Pemerintah tengah menyiapkan program Satu Orang Satu Rekening yang ditargetkan menjangkau sekitar 25,16 juta penduduk dewasa di Indonesia. Melalui program ini, masyarakat yang memenuhi kriteria akan mendapatkan fasilitas pembukaan rekening bank dengan saldo awal sebesar Rp50.000.
Program tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal atau inklusi keuangan. Selain membantu masyarakat memiliki rekening perbankan, fasilitas ini diharapkan dapat mempermudah penyaluran bantuan pemerintah dan mendukung kegiatan ekonomi produktif.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa program pembukaan rekening gratis tersebut masih dalam tahap pematangan. Pemerintah menargetkan pelaksanaannya dapat direalisasikan dalam waktu dekat, dengan sasaran sekitar 25,16 juta penduduk dewasa.
Informasi ini menarik perhatian masyarakat karena setiap rekening yang dibuka direncanakan memperoleh saldo awal Rp50.000. Lantas, siapa saja yang berhak menerima program Satu Orang Satu Rekening dan bagaimana mekanisme pelaksanaannya?
Apa Itu Program Satu Orang Satu Rekening?
Program Satu Orang Satu Rekening merupakan kebijakan pemerintah untuk memperluas kepemilikan rekening bank bagi masyarakat yang belum memiliki akses terhadap layanan perbankan formal.
Program ini menyasar penduduk dewasa yang memenuhi kriteria sosial ekonomi. Pemerintah berharap semakin banyak masyarakat dapat menggunakan rekening bank untuk menyimpan uang, menerima bantuan, dan melakukan transaksi keuangan.
Melalui program tersebut, pemerintah juga ingin meningkatkan inklusi keuangan nasional. Berdasarkan penjelasan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah pada 22 Oktober 2026, tingkat inklusi keuangan Indonesia ditargetkan meningkat mendekati 99 persen.
Program ini bukan bantuan tunai Rp50.000 yang diberikan langsung kepada masyarakat. Saldo awal tersebut direncanakan masuk ke rekening baru yang dibuka melalui mekanisme program pemerintah.
25,16 Juta Warga Menjadi Sasaran Penerima
Pemerintah menargetkan sekitar 25,16 juta penduduk dewasa sebagai calon penerima manfaat program Satu Orang Satu Rekening.
Berdasarkan penjelasan pemerintah, sasaran program diarahkan kepada masyarakat yang berusia 17 tahun ke atas dan termasuk kelompok desil 1 hingga desil 4 dalam data kesejahteraan sosial ekonomi.
Kelompok tersebut menjadi prioritas karena pemerintah ingin memperluas akses layanan perbankan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi dan belum mempunyai rekening bank.
Berikut gambaran kriteria calon penerima berdasarkan informasi yang telah disampaikan pemerintah:
| Kriteria | Keterangan |
|---|---|
| Status warga | Warga Negara Indonesia (WNI) |
| Usia | 17 tahun ke atas |
| Kelompok kesejahteraan | Desil 1 sampai desil 4 |
| Kondisi rekening | Diprioritaskan bagi masyarakat yang belum memiliki rekening bank |
| Target penerima | Sekitar 25,16 juta penduduk dewasa |
Penetapan penerima tetap mengikuti proses pendataan dan verifikasi pemerintah. Karena itu, masuk dalam kelompok desil 1 sampai 4 belum otomatis menjamin seseorang langsung mendapatkan rekening melalui program ini.
Apa Arti Desil 1 sampai Desil 4?
Desil merupakan pengelompokan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi. Data tersebut digunakan pemerintah sebagai salah satu dasar untuk menentukan sasaran berbagai program bantuan dan perlindungan sosial.
Secara umum, pembagian kelompok desil dapat dipahami sebagai berikut:
- Desil 1: kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
- Desil 2: kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan rendah.
- Desil 3: kelompok masyarakat yang masih berada pada kelompok kesejahteraan relatif rendah.
- Desil 4: kelompok masyarakat yang termasuk dalam kelompok sasaran prioritas berdasarkan pemetaan kesejahteraan.
Dengan menggunakan data kesejahteraan tersebut, pemerintah berharap pembukaan rekening dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan akses layanan keuangan.
Berapa Saldo Awal Rekening yang Diberikan?
Salah satu hal yang menjadi perhatian masyarakat adalah saldo awal rekening sebesar Rp50.000.
Pemerintah merencanakan pemberian setoran awal Rp50.000 untuk setiap rekening baru yang dibuka melalui program Satu Orang Satu Rekening.
Jika target 25,16 juta rekening dapat direalisasikan, anggaran yang disiapkan pemerintah mencapai sekitar Rp1,28 triliun.
| Rincian | Informasi |
|---|---|
| Nama program | Satu Orang Satu Rekening |
| Target penerima | 25,16 juta penduduk dewasa |
| Saldo awal | Rp50.000 per rekening |
| Anggaran yang disiapkan | Sekitar Rp1,28 triliun |
| Kelompok sasaran | Desil 1 sampai desil 4 |
| Usia sasaran | 17 tahun ke atas |
| Target pelaksanaan | Ditargetkan terealisasi pada akhir 2026 |
Perlu dipahami bahwa saldo Rp50.000 tersebut merupakan setoran awal rekening, bukan bantuan tunai Rp50.000 yang dibayarkan secara terpisah kepada setiap warga.
BRI dan BSI Disiapkan untuk Mendukung Program
Dalam pelaksanaan program Satu Orang Satu Rekening, pemerintah melibatkan perbankan untuk mendukung pembukaan rekening bagi calon penerima.
Dua bank yang telah disebut pemerintah dalam persiapan program ini adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI).
Kedua bank tersebut disiapkan untuk membantu proses penyediaan rekening serta pendataan calon penerima. Pemerintah juga menjelaskan bahwa data calon penerima sedang dipersiapkan dengan memanfaatkan sumber data yang relevan, termasuk Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), data Badan Pusat Statistik (BPS), serta data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Penggunaan data tersebut diharapkan membantu proses pencocokan identitas dan mengurangi kemungkinan penerima yang tidak memenuhi kriteria masuk dalam program.
Kapan Program Satu Orang Satu Rekening Dilaksanakan?
Hingga 7 November 2026, pemerintah masih mematangkan persiapan pelaksanaan program Satu Orang Satu Rekening.
Dalam keterangan pada 5 November 2026, Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa program rekening gratis masih dalam proses pematangan dan ditargetkan dapat direalisasikan dalam waktu dua bulan.
Pemerintah juga menyampaikan target pelaksanaan program pada akhir 2026. Namun, jadwal pembukaan rekening secara menyeluruh, tahapan penyaluran, serta mekanisme teknis untuk setiap calon penerima masih perlu menunggu pengumuman resmi.
Dengan demikian, masyarakat sebaiknya tidak menganggap program ini sudah dibuka untuk pendaftaran umum.
Bagaimana Cara Mendapatkan Rekening Gratis Rp50.000?
Berbeda dengan sejumlah program bantuan yang menggunakan pendaftaran mandiri, mekanisme pelaksanaan program Satu Orang Satu Rekening masih disiapkan oleh pemerintah bersama pihak perbankan.
Hingga informasi terbaru yang tersedia, belum ada mekanisme pendaftaran mandiri secara umum yang diumumkan secara resmi.
Karena itu, masyarakat sebaiknya melakukan beberapa persiapan berikut:
- Memastikan identitas kependudukan atau NIK sudah benar dan sesuai dokumen resmi.
- Memastikan data keluarga dan informasi sosial ekonomi tercatat dengan benar.
- Memantau informasi resmi dari pemerintah dan bank yang ditunjuk.
- Menunggu pengumuman mengenai mekanisme pendataan dan pembukaan rekening.
- Tidak memberikan data pribadi, PIN, kata sandi, atau kode OTP kepada pihak yang mengaku sebagai petugas program.
Apabila pemerintah telah mengumumkan mekanisme pelaksanaan secara lengkap, masyarakat dapat mengikuti petunjuk resmi yang diterbitkan oleh instansi terkait.
Waspada Link Pendaftaran Rekening Gratis Palsu
Munculnya informasi mengenai program rekening gratis berpotensi dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan tautan pendaftaran palsu.
Masyarakat perlu berhati-hati terhadap pesan yang mengklaim menyediakan pendaftaran rekening gratis secara otomatis, terutama jika disertai janji bantuan uang tunai dalam jumlah besar atau permintaan biaya administrasi.
Jangan sembarangan membuka tautan yang berasal dari akun media sosial, grup percakapan, atau nomor tidak dikenal.
Pastikan informasi mengenai program hanya diperoleh melalui kanal pemerintah dan bank resmi. Jangan pernah memberikan PIN, password, kode OTP, maupun informasi rahasia perbankan kepada siapa pun.
Perlu diketahui, hingga 6 November 2026, pemberitaan pemeriksaan fakta juga telah mengingatkan adanya tautan tidak resmi yang mengatasnamakan program rekening gratis pemerintah. Masyarakat diminta tidak menganggap tautan semacam itu sebagai tempat pendaftaran resmi.
Tujuan Program Satu Orang Satu Rekening
Program Satu Orang Satu Rekening tidak hanya bertujuan memberikan rekening baru kepada masyarakat. Pemerintah juga ingin memperluas akses layanan keuangan formal agar masyarakat dapat menggunakan fasilitas perbankan untuk berbagai kebutuhan.
Beberapa tujuan yang ingin dicapai melalui program ini antara lain:
- Memperluas kepemilikan rekening bank bagi masyarakat dewasa.
- Meningkatkan inklusi keuangan nasional.
- Mempermudah penyaluran bantuan pemerintah kepada penerima manfaat.
- Mendukung masyarakat dalam menyimpan dan mengelola uang.
- Mendorong pemanfaatan layanan perbankan untuk kegiatan ekonomi produktif.
Keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah rekening yang berhasil dibuka, tetapi juga dari pemanfaatan rekening tersebut secara aktif oleh masyarakat.
Program Satu Orang Satu Rekening menjadi salah satu langkah pemerintah untuk memperluas akses layanan perbankan bagi masyarakat Indonesia. Pemerintah menargetkan sekitar 25,16 juta penduduk dewasa dari kelompok desil 1 sampai desil 4 untuk memperoleh rekening baru dengan saldo awal Rp50.000.
Untuk mendukung pelaksanaannya, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp1,28 triliun dan melibatkan BRI serta BSI dalam persiapan pendataan dan pembukaan rekeningnya.
Meski demikian, hingga 7 November 2026, program tersebut masih dalam tahap pematangan. Masyarakat belum dapat menganggap pendaftaran umum sudah dibuka karena mekanisme teknis dan jadwal pelaksanaan masih menunggu pengumuman resmi.
Calon penerima disarankan memantau informasi pemerintah dan tidak mudah percaya pada tautan pendaftaran yang beredar di media sosial. Pastikan seluruh informasi berasal dari sumber resmi agar terhindar dari penipuan.
