web counter Biaya Vaksin Kucing - Info Terbaru 2024
News Update
Loading...
-->

Header Ads

Biaya Vaksin Kucing

Biaya Vaksin Kucing

Jika berbicara tentang binatang peliharaan, kucing pasti bakal menempati urutan teratas untuk jenis hewan yang paling banyak dipelihara. Sifat yang jinak, lucu, dan menggemaskan menjadi beberapa alasan mengapa kucing sering dipelihara manusia. Hewan ini juga dikenal mempunyai daya intelegensi cukup tinggi sehingga dapat dilatih belajar keterampilan.


Biaya Vaksin Kucing

Selain itu, kucing merupakan salah satu hewan peliharaan dengan waktu hidup yang cukup lama. Namun, Anda juga perlu memperhatikan kesehatannya supaya kucing bisa tinggal lebih lama dan tidak mudah sakit. Salah satu cara untuk mencegah penyakit pada kucing adalah dengan vaksin. Ada beberapa jenis vaksin yang bisa diberikan untuk kucing peliharaan. Jika kucing Anda termasuk jenis persia atau anggora, ada tiga vaksin yang bisa Anda coba, seperti berikut.

Varian Vaksin Kucing Ras

  • Vaksin Tricat, yaitu vaksin yang diberikan kepada kucing ketika berusia 8-10 minggu sejak kelahiran. Vaksin ini berguna untuk menghindarkan kucing kesayangan dari bahaya penyakit Feline panleukopenia, Feline rhinotracheitis, dan Feline calicivirus. Sebelum memberikan vaksin ini, sebaiknya kucing diperiksa terlebih oleh dokter.
  • Vaksin Tetracat, yaitu vaksin yang hampir sama dengan vaksin Tricat, namun memiliki  yang berbeda. Selain menjauhkan kucing dari penyakit Feline panleukopenia, Feline rhinotracheitis, dan Feline calicivirus, vaksin ini juga berfungsi mencegah serangan penyakit Chlamydia. Vaksin Tetracat diberikan sejak usia 8 minggu hingga 14 minggu.
  • Vaksin Rabies, yaitu vaksin untuk mencegah penularan rabies (seperti pada anjing). Rabies sendiri menyerang sistem kekebalan tubuh kucing dan menular pada siapa saja yang melakukan kontak langsung dengannya. Jika kucing Anda terindikasi rabies, maka usahakan Anda selalu  sarung tangan agar tidak terkena liur atau gigitannya.
Dengan melakukan vaksin pada kucing, kucing tidak hanya sehat, tetapi juga terhindar dari penyakit seperti rabies, herpes, dan tokso yang dikhawatirkan bisa menular kepada manusia. Selain itu, vaksin pada anabul bertujuan untuk meningkatkan daya imun, sehingga tidak mudah sakit karena perubahan suhu dan cuaca. Sama seperti manusia, konon kucing bisa sakit akibat perubahan cuaca dan secara umum penyakitnya adalah flu, diare, dan perut kembung.

Meskipun vaksin memiliki banyak manfaat untuk kucing, prosedur kesehatan ini juga dapat menimbulkan sejumlah efek samping. Hal ini membuat Anda tidak boleh sembarangan membawa anabul ke Vet dan haus memperhatikan prosedur vaksin. Berikut efek samping vaksin pada kucing.

Efek Samping Vaksin Kucing

Dilansir dari halodoc, vaksinasi yang dilakukan secara sembarangan tanpa memeriksa kondisi kesehatan hewan dan memperhatikan dosis yang tepat, bisa menyebabkan reaksi alergi ringan pada kucing. Gejala alergi ringan ini meliputi biduran, kemerahan pada kulit, sering menggaruk badan karena gatal, peningkatan suhu tubuh, dan pembengkakan di wajah (area mata, bibir, dan dagu hingga leher bagian bawah).

Untuk mengetahui gejala alergi vaksin memang agak sulit, apalagi untuk kucing ras berbulu tebal. Namun, Anda bisa memperhatikan tingkah laku anabul yang mulai terlihat aneh setelah vaksin, seperti mengeong dalam waktu yang lama, mulai berlarian tidak jelas, menggaruk area wajah dengan kasar, dan lebih sering tidur.

Efek samping lain yang cukup membuat para owner sedih setelah vaksin adalah reaksi alergi berat. Gangguan kesehatan ini ditandai dengan kesulitan bernapas, lemah, muntah, diare, gusi berwarna pucat, dan tidak sadar diri. Gejala reaksi alergi ini lebih mudah diketahui daripada gejala alergi ringan, karena Anda hanya perlu mengecek kotoran anabul.

Jika kucing kesayangan Anda mengalami salah satu gejala efek samping vaksin, Anda harus segera membawanya ke dokter hewan untuk mendapatkan perawatan. Perawatan yang diberikan tergantung dari gejalanya. Namun, tidak semua kucing setelah divaksin akan mengalami gejala tersebut.

Nah, untuk mencegah efek samping vaksin kucing, Anda harus memperhatikan kondisi kesehatan anabul. Kucing ras atau domestik yang akan divaksin tidak boleh sakit dan harus sehat. Sebelumnya, kucing juga harus sudah makan dan minum dengan cukup, sehingga vaksin dapat bekerja secara maksimal. Selain itu, konon anabul tidak boleh dimandikan, terkena air, atau grooming sebelum vaksin. Biasanya ini membuat kucing agak stres dan dikhawatirkan demam saat vaksin.

Lalu, berapa biaya yang dibutuhkan untuk melakukan vaksinasi terhadap kucing peliharaan? Biaya vaksin kucing bervariasi, tergantung jenis vaksin yang akan diberikan kepada kucing Anda. Berikut kami sampaikan informasi terbaru kisaran biaya vaksin untuk kucing peliharaan di Indonesia.

 Vaksin Kucing

Umur KucingJenis VaksinPenyakitKisaran Biaya
8 – 10 MingguTricatFeline panleukopenia, Feline rhinotracheitis, Feline calicivirusRp80.000 – Rp250.000
TetracatFeline panleukopenia, Feline rhinotracheitis, Feline calicivirus, ChlamydiaRp180.000 – Rp270.000
12 -14 MingguTricatFeline panleukopenia, Feline rhinotracheitis, Feline calicivirusRp170.000 – Rp250.000
TetracatFeline panleukopenia, Feline rhinotracheitis, Feline calicivirus, ChlamydiaRp180.000 – Rp250.000
6 Bulan (yang belum pernah diberi vaksin)TricatFeline panleukopenia, Feline rhinotracheitis, Feline calicivirusRp100.000 – Rp250.000
TetracatFeline panleukopenia, Feline rhinotracheitis, Feline calicivirus, ChlamydiaRp180.000 – Rp250.000

Informasi biaya vaksin kucing di atas kami rangkum dari berbagai sumber, dan bisa berbeda-beda di masing-masing wilayah atau dokter hewan. Jika dibandingkan tahun 2020, tarif vaksin kucing tahun 2021 dan 2022 mengalami perubahan.

Sebagai contoh, biaya vaksin Tetracat untuk kucing usia 8 hingga 10 minggu yang dibanderol Rp180 ribu hingga Rp210 ribu tahun 2020, naik menjadi Rp180 ribu hingga Rp250 ribu tahun 2021, berubah menjadi Rp180.000 hingga Rp270.000 tahun 2022. Sementara itu, tarif vaksin Tricat untuk kucing usia 6 bulan yang tarifnya Rp100 ribu hingga Rp250 ribu tahun 2020, turun menjadi Rp100 ribu hingga Rp200 ribu tahun 2021, berubah menjadi Rp100.000 – Rp250.000 tahun 2022.

Theme images by sebastian-julian. Powered by Blogger.